Berkenaan dengan adanya perintah Allah SWT dalam hal kewajiban beribadah terutama melaksanakan sholat setelah mengikrarkan Kalimathus Syahadat. Sebagaimana Firman Allah SWT yang berbunyi :
Katakanlah: "Sesungguhnya Aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menegakkan Dien. Qs.39.Az-zumar:11.
Begitu pula dengan apa yang telah disampaikan Oleh Rasulullah SAW dari Mu’adz bin Jabal Radhiallahu’anhu berkata :
“Aku pernah diboncengkan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam di atas keledai, kemudian beliau berkata kepadaku : “ wahai muadz, tahukah kamu apakah hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba-hambaNya, dan apa hak hamba-hambaNya yang pasti dipenuhi oleh Allah?, Aku menjawab : “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui”, kemudian beliau bersabda : “Hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba-hambaNya ialah hendaknya mereka beribadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang orang yang tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, lalu aku bertanya : ya Rasulullah, bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?, beliau menjawab : “Jangan engkau lakukan itu, karena Khawatir mereka nanti bersikap pasrah” (HR. Bukhari, Muslim).
Maka dari kedua dalil tersebut dapat kita pahami bahwasanya Sholat adalah bagian dari pada bentuk peribadatan manusia kepada Robnya agar terhindar dari segala unsure kesyirikan. Hal semacam ini telah pula dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW yang berkenaan dengan Rukun Islam. Rasulullah SAW bersabda :
(yang artinya) : Dari Abu Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anhuma berkata : saya mendengar Rasulullah bersabda: "Islam didirikan diatas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan ramadhan".[Bukhari no.8, Muslim no.16]
Kemudian Rasulullah SAW dengan tegas menyatakan dalam salah satu hadis sohih, beliau bersabda :
Dari Ibnu 'Umar radhiallahu 'anhuma, sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : "Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai ia mengucapkan laa ilaaha illallaah, menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Barangsiapa telah mengucapkannya, maka ia telah memelihara harta dan jiwanya dari aku kecuali karena alasan yang hak dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah Ta'ala". [Bukhari no. 25, Muslim no. 22]
Maka dari itu sebagai seorang Muslim tentunya sangat diwajibkan untuk melaksanakan sholat bahkan menurut sabda Rasulullah SAW dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menjelaskan, bersabda Rasulullah SAW :
“Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan.” (HR. Ahmad)
> Beberapa Hal yang menyangkut dengan Keutamaan serta Hikmah Sholat di antaranya:
1) Sholat merupakan rukun Islam yang kedua dan merupakan rukun Islam yang terpenting setelah dua kalimat syahadat.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
Dari Abu Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anhuma berkata : saya mendengar Rasulullah bersabda: "Islam didirikan diatas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan ramadhan".[Bukhari no.8, Muslim no.16]
2) Sholat merupakan media penghubung antara seorang hamba dengan Robbnya.
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:
Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do'a (saat bersujud) (HR. Muslim). Pada periwayatan yang lain dijelaskan pula : “Sesungguhnya seorang dari kamu jika sedang sholat, berarti ia sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Robnya”. (HR. Bukhari I/198 no.508, dari Anas bin Malik rodhiyallahu anhu)
3) Sholat adalah penolong dalam segala urusan penting.
sebagaimana firman Allah ta’ala:

“Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu”. (QS. Al Baqarah : 45).
Hal ini diperjelas pula oleh Rosululloh saw dalam Sabdanya : “Sahabat Abdillah bin Qarthin ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Yang pertama kali dihisab dari amal seseorang kelak pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka semua amal yang lain dianggap baik. Dan apabila shalat jelek, maka hancurlah seluruh amal yang lain." (HR. Thabrani di dalam kitab Al-Ausath dengan sanad yang baik).
4) Sholat adalah pencegah dari perbuatan maksiat dan kemungkaran.
Sebagaimana firman Allah ta’ala:

“Dan dirikanlah sholat karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”. (QS. Al Ankabut : 45)
Kemudian Rasulullah saw bersabda : “Sahabat Abi Hurairah ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Bukankah kamu telah melihat, apabila di depan pintu rumah salah seorang di antara kamu mengalir sebuah sungai lalu dia mandi lima kali setiap hari, masih adakah kotoran yang tinggal di badannya?" Jawab para sahabat: "Tidak ada sedikit pun kotoran yang menempel pada badannya." Lalu Rasulullah bersabda: "Demikianlah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat lima waktu itulah Allah mengampuni segala dosa." (HR. Bukhari dan Muslim).
5) Sholat adalah cahaya bagi orang-orang yang beriman yang memancar dari dalam hatinya dan menyinari ketika di padang Mahsyar pada hari kiamat.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
“Sholat adalah cahaya ”. (HR. Muslim I/203 no.223, dari Abu Malik Al-Asy’ari rodhiyallahu anhu) Pada hadis yang lain dijelaskan pula “Barangsiapa yang menjaga sholatnya niscaya ia kan menjadi cahaya, bukti dan penyelamat (baginya) pada hari kiamat.” (HR. Ahmad II/169 no.6576, dan Ibnu Hibban IV/329 no.1467, dari Abdullah bin ‘Amr rodhiyallahu anhu)
6) Sholat adalah kebahagiaan jiwa orang-orang yang beriman serta penyejuk hatinya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam:
“Dijadikan penyejuk hatiku di dalam sholat”. (HR. Ahmad III/128 no.12315, 12316, dan III/199 no.13079, dan Nasa’i VII/74 no.3950, dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu)
7) Sholat adalah penghapus dosa-dosa dan pelebur segala kesalahan.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
“Apa pendapat kalian jika di depan pintu seseorang di antara kalian terdapat sungai, di dalamnya ia mandi lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran (di badannya) meski sedikit ?” Para shahabat menjawab : “Tentu tidak tersisa sedikit pun kotoran (di badannya)” Beliau berkata: “Demikian pula dengan sholat lima waktu, dengan sholat itu Allah menghapus dosa-dosa”. (HR. Bukhari I/197 no.505, dan Muslim I/462 no.667, dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu) Begitu pula yang dijelaskan oleh Rosululloh saw : “Sholat lima waktu dan dari Jum’at ke Jum’at dan dari Romadhon ke Romadhon, merupakan pelebur (dosa kecil yang dilakukan) di antara keduanya, selama tidak melakukan dosa-dosa besar”. (HR. Muslim I/209 no.233, dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu)
8) Sholat merupakan tiang tegaknya Dien (agama), barangsiapa yang menegakkannya maka ia telah menegakkan agama.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
“Pokok dari perkara-perkara adalah Islam, tiangnya adalah sholat dan puncak tertingginya adalah jihad di jalan Allah”. (HR. AT-Tirmidzi no.2616, Ibnu Majah II/1314 no.3973, dan Ahmad V/231 no.22069, dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu)
9) Sholat merupakan pembeda antara orang yang beriman dengan orang yang kafir dan musyrik.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
“Batas pemisah antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah meninggalkan sholat”. (HR. Muslim I/88 no.82, dari Jabir bin Abdullah rodhiyallahu anhu). Pada Riwayat yang lain dijelaskan pula :” “Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan.” (HR. Ahmad).
Sahabat Buraidah ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Perjanjian yang berada antara aku dengan umatku adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat, berarti dia kafir." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasai).
10) Sholat merupakan sebaik-baik amalan bagi sebagian kaum.
Semisal kaum yang sudah uzur (orang sakit/ atau orang tua jompo) disebabkan tidak dapat lagi pergi berjihad. Hal ini dijelaskan pada Firman Allah swt :
"Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa".Qs.9.At-taubath:44.
"Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan 'uzur, yaitu orang-orang Arab Baswi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih". Qs.9.At-taubath:90.
Adapun keutamaan sholat yang dijelaskan kepada sebagian kaum muslim sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam yang dipaparkan dalam sebuah hadis riwayat yang berbunyi:
Ketika beliau ditanya tentang amalan apa yang paling utama, maka beliau menjawab : “Sholat pada waktunya”. (HR. Bukhari I/197 no.504, dan Muslim I/89 no.85, dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu),Hal ini bukan bermaksud menafikkan keutamaan Jihad.
11) Sholat adalah perkara pertama yang akan dihisab (diperhitungkan) pada setiap hamba
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
“Sesungguhnya perkara pertama yang akan dihisab (diperhitungkan) dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah masalah sholat ”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud I/290 no.864, dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu)
12) Sholat penghubung persaudaraan kepada sesama mukmin.
Hal ini disimpulkan sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
Dari Ibnu 'Umar radhiallahu 'anhuma, sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : "Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai ia mengucapkan laa ilaaha illallaah, menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Barangsiapa telah mengucapkannya, maka ia telah memelihara harta dan jiwanya dari aku kecuali karena alasan yang hak dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah Ta'ala". [Bukhari no. 25, Muslim no. 22]
13) Sholat termasuk pelengkap syarat dijadikan pemimpin kaum muslimin.
Hal ini dijelaskan pada Firman Allah swt :
"Sesungguhnya waliy (penolong/pemimpin) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada hukum Allah)".Qs.5.Al-maidah:55.
Kemudian Rasulullah saw bersabda : “Sahabat Abdillah bin Umar ra berkata, bahwa pada suatu hari Nabi saw membicarakan masalah shalat. Beliaubersabda: "Barangsiapa mememelihara shalat, maka dia akan mendapat cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat. Dan barangsiapa mengabaikan shalat, maka dia tidak akan mendapat cahaya, petunjuk, dan keselamatan. Bahkan pada hari kiamat nanti dia akan bersama Qarun, Fir'aun, Haman, dan Ubayin bin Khalaf." (HR. Ahmad dengan sanad yang baik, dan Thabrani di dalam kiab Al-kabir dan Al- Ausath). Hadis ini mengisyarakan bahwa seseorang yang tidak melaksanakan sholat maka disejajarkan dengan orang-orang kafir yang tentunya secara otomatis tidak boleh dijadikan waliy (pemimpin/penolong) bagi ornag-orang mukmin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar